Siawasewa kumo no ue ni
Tembang berjudul Sukiyaki dari Kyu Sakamoto sempat populer dibuat oleh Warkop DKI di Indonesia.ya, "siawasewa kumo no ue ni" katanya kebahagiaan itu berada di atas awan.
Logis nya kebahagiaan itu rasanya sukar sekali didapatkan, padahal kopi jam 7 pagi tadi atau rendang menu makan siang yang kusantap dengan lahap tadi juga suatu bentuk kebahagiaan menurutku. Mungkin si Agung Beje atau kita sebut saja Capung, kurasa ia akan sependapat denganku "aing mah asal aya kopi hideung ge wareug" ucapnya dengan tegas kala itu. Tapi akan banyak juga yang kurang setuju misalnya Mang Uyu yang setiap hari minum kopi karena ia punya privilege, di warung nya ada banyak macam kopi tapi bahagia belum dirasa karna mungkin bahagia miliknya ia simpan pada motor mio kesayanyangan serta wanita yang sering ia kencani.
(ilustrasi mio Mang Uyu, ilustrasi wanitanya ga ada aku lupa wajahnya)
"Senyatanya bahagia ada dalam tiap saku kecilmu
hanya saja kesedihan, amarah lalu api kecilmu
buat kau abai akan hal itu ".
Terlepas dari kopi si Capung atau Mio Mang Uyu faktanya aku hanya menerka nerka kebahagian mereka. Betul rasanya yang diucap si yuke (teman sekolahku dulu yang kini jadi atlit layang-layang), Katanya "Lapar mah moal karasa ku monyet". Tangkapku bahwa semua yang dirasa perihal kebahagiaan atau kesedihan atau keanjingan hidup ini, adalah kamu adalah engkau adalah sia sia keneh yang merasakanya sendiri.
Hidupku kacau lihat sang kekasih bercumbu didepan mata, misalnya saja. Sungguh ini hanya sebuah permisalan. Rasanya pasti sangat kacau seperti meletus balon hijau Dor! Tapi dunia akan tetap berputar, Mang ade akan dagang bubur seperti biasanya, Jefri nichol akan tampan seperti biasanya, si Aldo akan datang telat ke toko seperti biasanya.Ya, semua akan biasa biasa saja, bak semua ikan yang berduka melihat sang unta di timur sana, mereka tak tahu mereka tak merasa bahwasanya satu gram lemak yang ada pada punuk unta bisa diubah menjadi satu gram air. Wow bahkan lumba-lumba pun akan kebingungan jika kujelaskan haha canda lumba-lumba.
"Lah mending", benci sekali rasanya mendengar kalimat tersebut. Duel nasib macam dapat hadiah saham BBNI 1000 lot saja. Jika maksud ananda ingin cipta sebuah rasa syukur pada diri ini, sudahlah tak sedikit orang lelah dengan sikap seperti itu.
"Sedang makhluk bumi sibuk berselisih perkara nikmat,
padahal syukur-mensyukuri adalah hak setiap umat ".
Dikau mau "alhamdulillah" ya alhamdulillah kalau enggan pun tak apa, toh dikau yang menjalani misi bertahan hidup di muka bumi ini, apa boleh bubat (buah batu) buat. Yang fana kebahagiaan yang fana kesedihan, tak kekal tak mampu bertahan lama laksana sayur asam si mamah yang makin hari malah makin asam saja, "itu udah basi kak, lupa mau mamah buang", tega betul memang si mamah. Terakhir dariku semoga para engkau bahagia selalu, makasih, sama sama.


Comments
Post a Comment